KAIN RAYON ITU SEPERTI APA SIH ?

Meski sering mendengar bahan kain satu ini, namun mungkin ada diantara kita yang masih bertanya; Kain Rayon itu Seperti apa sih ?. Maka artikel berikut ini akan menjelaskan kepada anda, yang masih belum tahu, tentang salah satu jenis kain yang saat ini termasuk sebagai bahan kain yang paling banyak digunakan sebagai bahan pakaian di seluruh dunia.
Di sebagian wilayah Indonesia, khsususnya di Jawa Tengah dan Jogjakarta, kain rayon ini biasa disebut dengan kain Santung, sebagian orang menulisnya dengan Shantung (pakai huruf “H”).  Ada juga yang menyebutnya dengan Rayon Santung, mungkin maksudnya adalah untuk memperjelas jenis kain ini.
Kain santung sangat familiar di sebagian besar wilayah Jawa Tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta, terutama di daerah-daerah produsen batik seperti Pekalongan, Jogja, Solo, dan lainnya. Selain digunakan sebagai bahan utama untuk batik, juga banyak digunakan sebagai bahan baju anak, celana pendek, daster, kemeja batik dan sarung pantai.
Secara sekilas, kain rayon sangat mirip sekali dengan kain katun. Jika katun teksturnya lebih “bertekstur”, sedang rayon agak sedikit licin dan halus. Dengan tekstur yang halus dan lembut, keistimewaan kain rayon adalah dingin saat dikenakan. Jadi sangat cocok untuk iklim tropis seperti di indonesia yang cenderung berhawa panas. Kain rayon menyerap keringat dengan baik dan tidak membuat pemakainya kegerahan oleh meningkatnya suhu tubuh.

Bahan Pembuatan Kain Rayon

Secara umum, ada 2 (dua) kategori utama dalam pembuatan kain yaitu dibuat dari bahan serat alami dan serat buatan. Serat alami dibuat dari bahan yang ada pada tumbuhan atau binatang. Seperti kain katun dari bahan kapas, kain wool dari bulu domba dan kain Sutera dari kepompong ulat sutera. Sedangkan serat buatan atau sintetis, semata-mata dibuat dari proses senyawa kimia.
Bahan kain rayon basisnya adalah serat alam, dibuat dari selulosa pulp kayu. Dan bahan kayu yang paling banyak digunakan adalah berasal dari pohon pinus dan cemara. Meski basisnya adalah serat alam, tetapi kain rayon saat ini sudah berkembang sedemikian jauh proses pembuatanya.
Serat yang jadi bahan untuk benang kain rayon berasal dari polimer organik, ada regenerasi proses kimiawi dalam pembuatanya, sehingga serat rayon tidak bisa digolongkan sebagai serat sintetis atau serat alami. Maka nama baru disematkan pada rayon, yaitu serat semi sintetis.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya diatas tentang tekstur bahan rayon, kain ini dikenal memiliki daya serap yang sangat baik. Begitu lembut di kulit, sangat nyaman ketika dijadikan bahan pakaian. Mengingat bahan rayon memiliki daya serap yang baik maka proses pewarnaan kain rayon terbilang nisbi mudah dibandingkan dengan bahan lainnya.
Dengan daya serap yang baik pula, menjadikan dye pewarna mudah teraplikasi secara sempurna pada serat-seratnya. Maka warna yang tampil pada bahan rayon relatif terlihat cerah dan tajam. Bahkan jika dibandingkan denga kain katun.

Beda Rayon dengan Katun

Banyak orang menyamakan antara kedua bahan ini. Padahal sebenarnya berbeda sama sekali. Sebagaimana dijelaskan di atas, kain katun berasal dari serat alami yaitu terbuat dari kapas. Sedang rayon berasal dari regenerasi polimer organik yang berasal dari pulp kayu atau kulit kayu. Kain katun memiliki tektur yang agak “keras” dibandingkan dengan rayon yang cenderung relatif licin.

Related product you might see:

Share this product :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Support : FB faza Jersey | Twitter | Teamplate
Copyright © 2011. SUTRA GARUT - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by teamplate
Proudly powered by Blogger