Selamat datang Di Website SUTRA ALAM GARUT~ OPEN RESSLER DAN DROPSHIP ~PUSAT PENJUALAN OEH OLEH KHAS GARUT ~ INFO: Silahkan kirim Sms/bbm/line kami untuk mempermudah order ~ PENGIRIMAN: Semua pengiriman kami dari Garut, dan kami melayani pengiriman ke seluruh Indonesia ~ Kami Melayani Anda Dengan senang Hati :)
Latest Products
Bahan Kain Lycra – Nama kain lycra pasti sudah tidak asing lagi bagi kita, jenis kain ini sebenarya termasuk dalam kelompok kain spandex. Bahan lycra ini terbuat dari bahan polyurethane polyureacopolymer dan memiliki sifat elastis.
Awal mula muncul kain jenis lycra ini berawal pada tahun 1958, bahan ini dibuat sebagai pengganti bahan karet yang kemudian digunakan untuk bahan korset. Dari tahun ke tahun penggunaan bahan kain lycra semakin populer untuk industry pakaian karena bahan lycra memiliki kelebihan tahan lama dan kuat. Lycra juga memiliki kelebihan tahan terhadap deterjen, lotion dan keringat. Selain itu bahan kain jenis ini juga memiliki kemampuan untuk meregangkan beberapa kali ukuran dan kembali kembali ke bentuk aslinya.

JENIS BAHAN KAIN LYCRA

Jenis kain Lycra pada umumnya dibagi menjadi tiga jenis yaitu jenis lycra katun, lycra nilon dan lycra wol.
  • Bahan Kain Lycra Katun – Sesuai dengan namanya, lycra ini dibuat dari campuran lycra dengan  kapas (katun) dalam segi perawatan jenis ini sangat mudah dalam perawatan. Jenis ini banyak digunakan untuk industry pakaian / fashion
  • Bahan kain lycra nylon – Untuk jenis kain ini memiliki kekuatan lebih kuat dibanding jenis lainya, sehingga banyak digunakan untuk bahan kulit sofa, tas, sepatu, celana dll. Perbedaan dari jenis lycra yang lain adalah jenis memiliki warna yang lebih bersinar. Bahan kain lycra nylon juga ringan dan mudah untuk mempertahankan.
  • Bahan Kain Lycra Wol – Jenis kain ini lebih sulit ditemui di market Indonesia, jenis lycra wol biasa digunakan untuk mantel / jaket.

KELEBIHAN KAIN LYCRA

  • Bahan lycra banyak  digunakan untuk bahan pakaian karena memiliki sifat ringan, nyaman dan memiliki pori-pori sehingga sejuk ketika digunakan.
  • kain lycra Sifat  fitting atau mengikut alunan tubuh pemakai sehingga sering digunakan untuk busana wanita.
  • Lycra cepat kering, moisture wicking dan mudah untuk diwarnai.
  • Lycra memiliki kemampuan menahan sinar ultraviolet
Bahan Kain Lycra – Nama kain lycra pasti sudah tidak asing lagi bagi kita, jenis kain ini sebenarya termasuk dalam kelompok kain spandex. Bahan lycra ini terbuat dari bahan polyurethane polyureacopolymer dan memiliki sifat elastis.
Awal mula muncul kain jenis lycra ini berawal pada tahun 1958, bahan ini dibuat sebagai pengganti bahan karet yang kemudian digunakan untuk bahan korset. Dari tahun ke tahun penggunaan bahan kain lycra semakin populer untuk industry pakaian karena bahan lycra memiliki kelebihan tahan lama dan kuat. Lycra juga memiliki kelebihan tahan terhadap deterjen, lotion dan keringat. Selain itu bahan kain jenis ini juga memiliki kemampuan untuk meregangkan beberapa kali ukuran dan kembali kembali ke bentuk aslinya.

JENIS BAHAN KAIN LYCRA

Jenis kain Lycra pada umumnya dibagi menjadi tiga jenis yaitu jenis lycra katun, lycra nilon dan lycra wol.
  • Bahan Kain Lycra Katun – Sesuai dengan namanya, lycra ini dibuat dari campuran lycra dengan  kapas (katun) dalam segi perawatan jenis ini sangat mudah dalam perawatan. Jenis ini banyak digunakan untuk industry pakaian / fashion
  • Bahan kain lycra nylon – Untuk jenis kain ini memiliki kekuatan lebih kuat dibanding jenis lainya, sehingga banyak digunakan untuk bahan kulit sofa, tas, sepatu, celana dll. Perbedaan dari jenis lycra yang lain adalah jenis memiliki warna yang lebih bersinar. Bahan kain lycra nylon juga ringan dan mudah untuk mempertahankan.
  • Bahan Kain Lycra Wol – Jenis kain ini lebih sulit ditemui di market Indonesia, jenis lycra wol biasa digunakan untuk mantel / jaket.

KELEBIHAN KAIN LYCRA

  • Bahan lycra banyak  digunakan untuk bahan pakaian karena memiliki sifat ringan, nyaman dan memiliki pori-pori sehingga sejuk ketika digunakan.
  • kain lycra Sifat  fitting atau mengikut alunan tubuh pemakai sehingga sering digunakan untuk busana wanita.
  • Lycra cepat kering, moisture wicking dan mudah untuk diwarnai.
  • Lycra memiliki kemampuan menahan sinar ultraviolet
Detail Barang

BAHAN KAIN LYCRA

Nama kain lycra pasti sudah tidak asing lagi bagi kita, jenis kain ini sebenarya termasuk dalam kelompok kain spandex. Bahan lycra ini terbuat dari bahan polyurethane polyureacopolymer dan memiliki sifat elastis.
Awal mula muncul kain jenis lycra ini berawal pada tahun 1958, bahan ini dibuat sebagai pengganti bahan karet yang kemudian digunakan untuk bahan korset. Dari tahun ke tahun penggunaan bahan kain lycra semakin populer untuk industry pakaian karena bahan lycra memiliki kelebihan tahan lama dan kuat. Lycra juga memiliki kelebihan tahan terhadap deterjen, lotion dan keringat. Selain itu bahan kain jenis ini juga memiliki kemampuan untuk meregangkan beberapa kali ukuran dan kembali kembali ke bentuk aslinya.

JENIS BAHAN KAIN LYCRA

Jenis kain Lycra pada umumnya dibagi menjadi tiga jenis yaitu jenis lycra katun, lycra nilon dan lycra wol.
  • Bahan Kain Lycra Katun – Sesuai dengan namanya, lycra ini dibuat dari campuran lycra dengan  kapas (katun) dalam segi perawatan jenis ini sangat mudah dalam perawatan. Jenis ini banyak digunakan untuk industry pakaian / fashion
  • Bahan kain lycra nylon – Untuk jenis kain ini memiliki kekuatan lebih kuat dibanding jenis lainya, sehingga banyak digunakan untuk bahan kulit sofa, tas, sepatu, celana dll. Perbedaan dari jenis lycra yang lain adalah jenis memiliki warna yang lebih bersinar. Bahan kain lycra nylon juga ringan dan mudah untuk mempertahankan.
  • Bahan Kain Lycra Wol – Jenis kain ini lebih sulit ditemui di market Indonesia, jenis lycra wol biasa digunakan untuk mantel / jaket.

KELEBIHAN KAIN LYCRA

  • Bahan lycra banyak  digunakan untuk bahan pakaian karena memiliki sifat ringan, nyaman dan memiliki pori-pori sehingga sejuk ketika digunakan.
  • kain lycra Sifat  fitting atau mengikut alunan tubuh pemakai sehingga sering digunakan untuk busana wanita.
  • Lycra cepat kering, moisture wicking dan mudah untuk diwarnai.
  • Lycra memiliki kemampuan menahan sinar ultraviolet
Nama kain lycra pasti sudah tidak asing lagi bagi kita, jenis kain ini sebenarya termasuk dalam kelompok kain spandex. Bahan lycra ini terbuat dari bahan polyurethane polyureacopolymer dan memiliki sifat elastis.
Awal mula muncul kain jenis lycra ini berawal pada tahun 1958, bahan ini dibuat sebagai pengganti bahan karet yang kemudian digunakan untuk bahan korset. Dari tahun ke tahun penggunaan bahan kain lycra semakin populer untuk industry pakaian karena bahan lycra memiliki kelebihan tahan lama dan kuat. Lycra juga memiliki kelebihan tahan terhadap deterjen, lotion dan keringat. Selain itu bahan kain jenis ini juga memiliki kemampuan untuk meregangkan beberapa kali ukuran dan kembali kembali ke bentuk aslinya.

JENIS BAHAN KAIN LYCRA

Jenis kain Lycra pada umumnya dibagi menjadi tiga jenis yaitu jenis lycra katun, lycra nilon dan lycra wol.
  • Bahan Kain Lycra Katun – Sesuai dengan namanya, lycra ini dibuat dari campuran lycra dengan  kapas (katun) dalam segi perawatan jenis ini sangat mudah dalam perawatan. Jenis ini banyak digunakan untuk industry pakaian / fashion
  • Bahan kain lycra nylon – Untuk jenis kain ini memiliki kekuatan lebih kuat dibanding jenis lainya, sehingga banyak digunakan untuk bahan kulit sofa, tas, sepatu, celana dll. Perbedaan dari jenis lycra yang lain adalah jenis memiliki warna yang lebih bersinar. Bahan kain lycra nylon juga ringan dan mudah untuk mempertahankan.
  • Bahan Kain Lycra Wol – Jenis kain ini lebih sulit ditemui di market Indonesia, jenis lycra wol biasa digunakan untuk mantel / jaket.

KELEBIHAN KAIN LYCRA

  • Bahan lycra banyak  digunakan untuk bahan pakaian karena memiliki sifat ringan, nyaman dan memiliki pori-pori sehingga sejuk ketika digunakan.
  • kain lycra Sifat  fitting atau mengikut alunan tubuh pemakai sehingga sering digunakan untuk busana wanita.
  • Lycra cepat kering, moisture wicking dan mudah untuk diwarnai.
  • Lycra memiliki kemampuan menahan sinar ultraviolet
Detail Barang

KAIN RAYON ITU SEPERTI APA SIH ?

Meski sering mendengar bahan kain satu ini, namun mungkin ada diantara kita yang masih bertanya; Kain Rayon itu Seperti apa sih ?. Maka artikel berikut ini akan menjelaskan kepada anda, yang masih belum tahu, tentang salah satu jenis kain yang saat ini termasuk sebagai bahan kain yang paling banyak digunakan sebagai bahan pakaian di seluruh dunia.
Di sebagian wilayah Indonesia, khsususnya di Jawa Tengah dan Jogjakarta, kain rayon ini biasa disebut dengan kain Santung, sebagian orang menulisnya dengan Shantung (pakai huruf “H”).  Ada juga yang menyebutnya dengan Rayon Santung, mungkin maksudnya adalah untuk memperjelas jenis kain ini.
Kain santung sangat familiar di sebagian besar wilayah Jawa Tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta, terutama di daerah-daerah produsen batik seperti Pekalongan, Jogja, Solo, dan lainnya. Selain digunakan sebagai bahan utama untuk batik, juga banyak digunakan sebagai bahan baju anak, celana pendek, daster, kemeja batik dan sarung pantai.
Secara sekilas, kain rayon sangat mirip sekali dengan kain katun. Jika katun teksturnya lebih “bertekstur”, sedang rayon agak sedikit licin dan halus. Dengan tekstur yang halus dan lembut, keistimewaan kain rayon adalah dingin saat dikenakan. Jadi sangat cocok untuk iklim tropis seperti di indonesia yang cenderung berhawa panas. Kain rayon menyerap keringat dengan baik dan tidak membuat pemakainya kegerahan oleh meningkatnya suhu tubuh.

Bahan Pembuatan Kain Rayon

Secara umum, ada 2 (dua) kategori utama dalam pembuatan kain yaitu dibuat dari bahan serat alami dan serat buatan. Serat alami dibuat dari bahan yang ada pada tumbuhan atau binatang. Seperti kain katun dari bahan kapas, kain wool dari bulu domba dan kain Sutera dari kepompong ulat sutera. Sedangkan serat buatan atau sintetis, semata-mata dibuat dari proses senyawa kimia.
Bahan kain rayon basisnya adalah serat alam, dibuat dari selulosa pulp kayu. Dan bahan kayu yang paling banyak digunakan adalah berasal dari pohon pinus dan cemara. Meski basisnya adalah serat alam, tetapi kain rayon saat ini sudah berkembang sedemikian jauh proses pembuatanya.
Serat yang jadi bahan untuk benang kain rayon berasal dari polimer organik, ada regenerasi proses kimiawi dalam pembuatanya, sehingga serat rayon tidak bisa digolongkan sebagai serat sintetis atau serat alami. Maka nama baru disematkan pada rayon, yaitu serat semi sintetis.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya diatas tentang tekstur bahan rayon, kain ini dikenal memiliki daya serap yang sangat baik. Begitu lembut di kulit, sangat nyaman ketika dijadikan bahan pakaian. Mengingat bahan rayon memiliki daya serap yang baik maka proses pewarnaan kain rayon terbilang nisbi mudah dibandingkan dengan bahan lainnya.
Dengan daya serap yang baik pula, menjadikan dye pewarna mudah teraplikasi secara sempurna pada serat-seratnya. Maka warna yang tampil pada bahan rayon relatif terlihat cerah dan tajam. Bahkan jika dibandingkan denga kain katun.

Beda Rayon dengan Katun

Banyak orang menyamakan antara kedua bahan ini. Padahal sebenarnya berbeda sama sekali. Sebagaimana dijelaskan di atas, kain katun berasal dari serat alami yaitu terbuat dari kapas. Sedang rayon berasal dari regenerasi polimer organik yang berasal dari pulp kayu atau kulit kayu. Kain katun memiliki tektur yang agak “keras” dibandingkan dengan rayon yang cenderung relatif licin.
Meski sering mendengar bahan kain satu ini, namun mungkin ada diantara kita yang masih bertanya; Kain Rayon itu Seperti apa sih ?. Maka artikel berikut ini akan menjelaskan kepada anda, yang masih belum tahu, tentang salah satu jenis kain yang saat ini termasuk sebagai bahan kain yang paling banyak digunakan sebagai bahan pakaian di seluruh dunia.
Di sebagian wilayah Indonesia, khsususnya di Jawa Tengah dan Jogjakarta, kain rayon ini biasa disebut dengan kain Santung, sebagian orang menulisnya dengan Shantung (pakai huruf “H”).  Ada juga yang menyebutnya dengan Rayon Santung, mungkin maksudnya adalah untuk memperjelas jenis kain ini.
Kain santung sangat familiar di sebagian besar wilayah Jawa Tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta, terutama di daerah-daerah produsen batik seperti Pekalongan, Jogja, Solo, dan lainnya. Selain digunakan sebagai bahan utama untuk batik, juga banyak digunakan sebagai bahan baju anak, celana pendek, daster, kemeja batik dan sarung pantai.
Secara sekilas, kain rayon sangat mirip sekali dengan kain katun. Jika katun teksturnya lebih “bertekstur”, sedang rayon agak sedikit licin dan halus. Dengan tekstur yang halus dan lembut, keistimewaan kain rayon adalah dingin saat dikenakan. Jadi sangat cocok untuk iklim tropis seperti di indonesia yang cenderung berhawa panas. Kain rayon menyerap keringat dengan baik dan tidak membuat pemakainya kegerahan oleh meningkatnya suhu tubuh.

Bahan Pembuatan Kain Rayon

Secara umum, ada 2 (dua) kategori utama dalam pembuatan kain yaitu dibuat dari bahan serat alami dan serat buatan. Serat alami dibuat dari bahan yang ada pada tumbuhan atau binatang. Seperti kain katun dari bahan kapas, kain wool dari bulu domba dan kain Sutera dari kepompong ulat sutera. Sedangkan serat buatan atau sintetis, semata-mata dibuat dari proses senyawa kimia.
Bahan kain rayon basisnya adalah serat alam, dibuat dari selulosa pulp kayu. Dan bahan kayu yang paling banyak digunakan adalah berasal dari pohon pinus dan cemara. Meski basisnya adalah serat alam, tetapi kain rayon saat ini sudah berkembang sedemikian jauh proses pembuatanya.
Serat yang jadi bahan untuk benang kain rayon berasal dari polimer organik, ada regenerasi proses kimiawi dalam pembuatanya, sehingga serat rayon tidak bisa digolongkan sebagai serat sintetis atau serat alami. Maka nama baru disematkan pada rayon, yaitu serat semi sintetis.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya diatas tentang tekstur bahan rayon, kain ini dikenal memiliki daya serap yang sangat baik. Begitu lembut di kulit, sangat nyaman ketika dijadikan bahan pakaian. Mengingat bahan rayon memiliki daya serap yang baik maka proses pewarnaan kain rayon terbilang nisbi mudah dibandingkan dengan bahan lainnya.
Dengan daya serap yang baik pula, menjadikan dye pewarna mudah teraplikasi secara sempurna pada serat-seratnya. Maka warna yang tampil pada bahan rayon relatif terlihat cerah dan tajam. Bahkan jika dibandingkan denga kain katun.

Beda Rayon dengan Katun

Banyak orang menyamakan antara kedua bahan ini. Padahal sebenarnya berbeda sama sekali. Sebagaimana dijelaskan di atas, kain katun berasal dari serat alami yaitu terbuat dari kapas. Sedang rayon berasal dari regenerasi polimer organik yang berasal dari pulp kayu atau kulit kayu. Kain katun memiliki tektur yang agak “keras” dibandingkan dengan rayon yang cenderung relatif licin.
Detail Barang

Kain Blacu

Kain blacu atau kain blaco sering merupakan kain yang paling rendah kualitasnya. Biasanya dijual di pasaran dalam keadaan grey atau belum diputihkan. Kain blacu adalah kain dasar dari kain mori, yaitu kain tenun berwarna putih yang terbuat dari kapas dan biasanya dipakai sebagai bahan untuk membuat kain batik. Ada 2 jenis kain mori yaitu kain mori yang telah mengalami proses pemutihan atau bleaching dan kain mori yang belum diputihkan. Kain mori pernah pula amat populer sebagai bahan pakaian yaitu pada era 1960–1970-an. Untuk kain yang belum diputihkan tersebutlah yang juga disebut sebagai kain blacu (belacu).

Kain blaco ini sebagian besar sudah dihasilkan di dalam negeri. Kain blacu merupakan nama salah satu kain yang terbuat dari kapas sehingga sangat aman untuk digunakan. Kain blacu sendiri punya sifat fleksibel, sehingga bisa dibentuk dengan berbagai macam model. Blacu sendiri tidak memiliki warna, karena warna kain blacu adalah warna murni atau asli (belum mengalami pewarnaan atau pemutihan).
Kain blacu berbahan dasar kapas, untuk menjadi kain kapas harus melalui proses pemintalan atau bahasa asingnya spinning. Spinning merupakan proses untuk mengubah kapas menjadi benang. Setelah menjadi benang kemudian melalui proses soft winder atau penggulungan benang pintal. Setelah benang-benang tergulung kemudian masuk proses penenunan. Penenunan adalah proses mencetak benang menjadi lembaran-lembaran kain.

Beberapa pengusaha batik sendiri ada yang menenun dengan alat tenun bukan mesin. Kain blaco dalam pasaran tiap piece mempunyai ukuran lebar antara 30-43 inchi panjang 48 yard, sedang konstruksi anyamannya nomor benang lusi Ne1 34-20, pakan Ne1 34-20, tetal per inchi lusi 64-68, pakan 48-64. Selain berbahan dasar kapas, terdapat juga blacu dengan bahan rayon dan polyester.
Kain blacu dulu tidak banyak yang menggunakannya, dulu hanya digunakan sebagai bungkus tepung, gula ataupun beras. Sekarang seiring berkembangnya fashion dan gaya hidup go green kain blacu mulai dilirik oleh industri-industri tekstil. Pelaku bisnis souvenir terutama yang berbahan dasar kain sekarang ini mengembangkan kreasinya menggunakan kain blacu.

Kain blacu juga bisa menjadi salah satu alternative pengganti kantong plastik. Semakin meningkatnya isu global warming ternyata bisa menjadi ladang bisnis baru. Ancaman global warming membuat banyak orang sadar pentingnya menjaga lingkungan. Otomatis mereka harus mengurangi penggunaan benda yang bisa membuat semakin parah pemanasan global, misalnya dalam penggunaan kantong plastik. Salah satu cara mengatasinya adalah mencari alternative pengganti kantong plastik, yaitu menggunakan tas berbahan kain blacu. Saat ini kain blacu bukan hanya menjadi alternative pengganti tas plastik tapi sudah menjadi tren.

Kain blacu saat ini semakin banyak penggunaannya. Sekarang kita bisa menjumpai kain blacu digunakan sebagai tas, taplak meja, tempat tisu, sarung bantal, gorden, dan masih banyak lagi. Pemilihan bahan kain blacu dikarenakan harganya relatif murah dan warnanya pun natural sehingga bisa dikreasikan. Blacu sendiri bahan dasarnya dari kapas yang ringan dan mudah dibentuk berbagai produk. Kain blacu tentu sangat aman digunakan karena bahan dasaranya alami, serta dapat digunakan berulang kali.

Kain blacu atau kain blaco sering merupakan kain yang paling rendah kualitasnya. Biasanya dijual di pasaran dalam keadaan grey atau belum diputihkan. Kain blacu adalah kain dasar dari kain mori, yaitu kain tenun berwarna putih yang terbuat dari kapas dan biasanya dipakai sebagai bahan untuk membuat kain batik. Ada 2 jenis kain mori yaitu kain mori yang telah mengalami proses pemutihan atau bleaching dan kain mori yang belum diputihkan. Kain mori pernah pula amat populer sebagai bahan pakaian yaitu pada era 1960–1970-an. Untuk kain yang belum diputihkan tersebutlah yang juga disebut sebagai kain blacu (belacu).

Kain blaco ini sebagian besar sudah dihasilkan di dalam negeri. Kain blacu merupakan nama salah satu kain yang terbuat dari kapas sehingga sangat aman untuk digunakan. Kain blacu sendiri punya sifat fleksibel, sehingga bisa dibentuk dengan berbagai macam model. Blacu sendiri tidak memiliki warna, karena warna kain blacu adalah warna murni atau asli (belum mengalami pewarnaan atau pemutihan).
Kain blacu berbahan dasar kapas, untuk menjadi kain kapas harus melalui proses pemintalan atau bahasa asingnya spinning. Spinning merupakan proses untuk mengubah kapas menjadi benang. Setelah menjadi benang kemudian melalui proses soft winder atau penggulungan benang pintal. Setelah benang-benang tergulung kemudian masuk proses penenunan. Penenunan adalah proses mencetak benang menjadi lembaran-lembaran kain.

Beberapa pengusaha batik sendiri ada yang menenun dengan alat tenun bukan mesin. Kain blaco dalam pasaran tiap piece mempunyai ukuran lebar antara 30-43 inchi panjang 48 yard, sedang konstruksi anyamannya nomor benang lusi Ne1 34-20, pakan Ne1 34-20, tetal per inchi lusi 64-68, pakan 48-64. Selain berbahan dasar kapas, terdapat juga blacu dengan bahan rayon dan polyester.
Kain blacu dulu tidak banyak yang menggunakannya, dulu hanya digunakan sebagai bungkus tepung, gula ataupun beras. Sekarang seiring berkembangnya fashion dan gaya hidup go green kain blacu mulai dilirik oleh industri-industri tekstil. Pelaku bisnis souvenir terutama yang berbahan dasar kain sekarang ini mengembangkan kreasinya menggunakan kain blacu.

Kain blacu juga bisa menjadi salah satu alternative pengganti kantong plastik. Semakin meningkatnya isu global warming ternyata bisa menjadi ladang bisnis baru. Ancaman global warming membuat banyak orang sadar pentingnya menjaga lingkungan. Otomatis mereka harus mengurangi penggunaan benda yang bisa membuat semakin parah pemanasan global, misalnya dalam penggunaan kantong plastik. Salah satu cara mengatasinya adalah mencari alternative pengganti kantong plastik, yaitu menggunakan tas berbahan kain blacu. Saat ini kain blacu bukan hanya menjadi alternative pengganti tas plastik tapi sudah menjadi tren.

Kain blacu saat ini semakin banyak penggunaannya. Sekarang kita bisa menjumpai kain blacu digunakan sebagai tas, taplak meja, tempat tisu, sarung bantal, gorden, dan masih banyak lagi. Pemilihan bahan kain blacu dikarenakan harganya relatif murah dan warnanya pun natural sehingga bisa dikreasikan. Blacu sendiri bahan dasarnya dari kapas yang ringan dan mudah dibentuk berbagai produk. Kain blacu tentu sangat aman digunakan karena bahan dasaranya alami, serta dapat digunakan berulang kali.

Detail Barang

Pengertian dan Sifat Sifat Kain Katun

Kain serat kapas juga disebut serat katun, dahulu sudah dikenal kira-kira 5000 tahun SM. Menurut para ahli, India adalah negara tertua yang menggunakan kapas (Ernawati, Izwerni dan Weni Nelmira, 2008:156). Katun merupakan suatu bahan yang tidak tetap, sehingga sulit untuk di ketahui sifat penampilanya. Kain katun adalah yang paling murah dari bahan serat alami lainnya. Dahulu ada suatu pemikiran bagi pabrik-pabrik tekstil untuk mencampur bahan katun dengan poliester, hal itu akan memberikan suatu bahan yang memiliki tampilan serupa katun dengan perbaikan daya lentingnya. Karena ada kandungan sintetisnya, maka akan berpengaruh juga terhadap pemilihan jenis benang jahit, serta temperatur setrika, dan tetu saja cara pemeliharaan/ pencuciannya (Goet Poespo, 2005:69).

Kain katun memiliki sifat-sifat menguntungkan adalah sifat yang kuat dalam keadaan basah bertambah 25%, dapat menyerap air (higroskopis), tahan panas setrika tinggi, dan tahan obat-obat kelantang. Disamping sifatnya yang menguntungkan diatas terdapat sifat yang kurang menguntungkan yaitu katun tidak tahan terhadap asam mineral dan asam organik (walaupun asam organik sering digunakan untuk memperidah tenunan), katun kurang kenyal yang menyebabkan mudah kusut, dan katun dapat susut saat dicuci, kain katun harus disimpan dalam keadaan kering atau di tempat yang tidak lembab (Ernawati, Izwerni dan Weni Nelmira (2008:157).

Menurut Goet Poespo (2005:76), kain katun memiliki sifat kuat (bahkan ketika basah masih menyerap), menarik panas tubuh, kusut, susut atau mengerut (kecuali ditangani dengan baik), rusak oleh matahari, keringat dan lapuk.

Kain serat kapas juga disebut serat katun, dahulu sudah dikenal kira-kira 5000 tahun SM. Menurut para ahli, India adalah negara tertua yang menggunakan kapas (Ernawati, Izwerni dan Weni Nelmira, 2008:156). Katun merupakan suatu bahan yang tidak tetap, sehingga sulit untuk di ketahui sifat penampilanya. Kain katun adalah yang paling murah dari bahan serat alami lainnya. Dahulu ada suatu pemikiran bagi pabrik-pabrik tekstil untuk mencampur bahan katun dengan poliester, hal itu akan memberikan suatu bahan yang memiliki tampilan serupa katun dengan perbaikan daya lentingnya. Karena ada kandungan sintetisnya, maka akan berpengaruh juga terhadap pemilihan jenis benang jahit, serta temperatur setrika, dan tetu saja cara pemeliharaan/ pencuciannya (Goet Poespo, 2005:69).

Kain katun memiliki sifat-sifat menguntungkan adalah sifat yang kuat dalam keadaan basah bertambah 25%, dapat menyerap air (higroskopis), tahan panas setrika tinggi, dan tahan obat-obat kelantang. Disamping sifatnya yang menguntungkan diatas terdapat sifat yang kurang menguntungkan yaitu katun tidak tahan terhadap asam mineral dan asam organik (walaupun asam organik sering digunakan untuk memperidah tenunan), katun kurang kenyal yang menyebabkan mudah kusut, dan katun dapat susut saat dicuci, kain katun harus disimpan dalam keadaan kering atau di tempat yang tidak lembab (Ernawati, Izwerni dan Weni Nelmira (2008:157).

Menurut Goet Poespo (2005:76), kain katun memiliki sifat kuat (bahkan ketika basah masih menyerap), menarik panas tubuh, kusut, susut atau mengerut (kecuali ditangani dengan baik), rusak oleh matahari, keringat dan lapuk.

Detail Barang

kain sutra

 sutera adalah serat protein alami yang bisa ditenun jadi tekstil. Type sutra yang paling umum yaitu sutra dari kepompong yang dibuat larva ulat sutra murbei (Bombyx mori) yang diternak (peternakan ulat itu dimaksud serikultur). Sutra mempunyai struktur mulus, lembut, tetapi tak licin. Rupa berkilauan sebagai daya tarik sutra datang dari susunan seperti prisma segitiga dalam serat itu yang bikin kain sutra bisa membiaskan sinar dari beragam pojok.


Pemintalan benang sutra dari kepompong ulat sutra.
" Sutra liar " dibuat oleh ulat terkecuali ulat sutra murbei serta dapatlah di proses. Beragam sutra liar dikenali serta dipakai di Cina, Asia Selatan, serta Eropa mulai sejak dulu, tetapi taraf produksinya senantiasa tambah lebih kecil dari pada sutra ternakan. Sutra liar tidak sama dari sutra ternakan dari sisi warna serta struktur, dan kepompong liar yang dihimpun umumnya telah dirusak oleh ngengat yang keluar sebelumnya kepompong itu di ambil, hingga benang sutra yang membuat kepompong itu telah terputus jadi pendek. Ulat sutra ternakan dibunuh dengan dicelup ke air mendidih sebelumnya keluarnya ngengat dewasa, atau ditusuk dengan jarum, hingga semua kepompong bisa diuraikan jadi sehelai benang yang tidak terputus. Ini bikin sutra dapat ditenun jadi kain yang lebih kuat. Sutra liar umumnya juga lebih sulit dicelup warna dari pada sutra ternakan.


Empat type ngengat sutra ternakan yang terutama.
Sutra juga dibuat oleh sebagian type serangga lain, tetapi cuma type sutra dari ulat sutra yang dipakai untuk pembuatan tekstil. Juga pernah digerakkan kajian pada sutra-sutra lain yang memperlihatkan ketidaksamaan dari segi molekul. Sutra dibuat terlebih oleh larva serangga yang bermetamorfosis komplit, namun juga dibuat oleh sebagian serangga dewasa seperti Embioptera. Produksi sutra juga sering didapati terutama pada serangga ordo hymenoptera (lebah, tabuhan, serta semut), serta kadang waktu dipakai untuk bikin sarang. Beberapa jenis arthropoda yang lain juga membuahkan sutra, terlebih arachnida seperti laba-laba. Untuk kain sutra dari jaring laba-laba atau dimaksud Qmonos (sarang laba-laba dalam bhs Jepang) diklaim mempunyai kemampuan tiga kali lebih kuat dari Kevlar (bahan yang umum dipakai untuk rompi anti peluru) dan lima kali lebih kuat dari baja
Hide Original Sentences
sutera merupakan serat protein alami yang dapat ditenun menjadi tekstil. Jenis sutra yang paling umum adalah sutra dari kepompong yang dihasilkan larva ulat sutra murbei (Bombyx mori) yang diternak (peternakan ulat itu disebut serikultur). Sutra memiliki tekstur mulus, lembut, namun tidak licin. Rupa berkilauan yang menjadi daya tarik sutra berasal dari struktur seperti prisma segitiga dalam serat tersebut yang membuat kain sutra dapat membiaskan cahaya dari berbagai sudut. Pemintalan benang sutra dari kepompong ulat sutra. "Sutra liar" dihasilkan oleh ulat selain ulat sutra murbei dan dapat pula diolah. Berbagai sutra liar dikenali dan digunakan di Cina, Asia Selatan, dan Eropa sejak dahulu, namun skala produksinya selalu jauh lebih kecil daripada sutra ternakan. Sutra liar berbeda dari sutra ternakan dari segi warna dan tekstur, serta kepompong liar yang dikumpulkan biasanya sudah dirusak oleh ngengat yang keluar sebelum kepompong tersebut diambil, sehingga benang sutra yang membentuk kepompong itu sudah terputus menjadi pendek. Ulat sutra ternakan dibunuh dengan dicelup ke dalam air mendidih sebelum keluarnya ngengat dewasa, atau ditusuk dengan jarum, sehingga seluruh kepompong dapat diurai menjadi sehelai benang yang tak terputus. Ini membuat sutra bisa ditenun menjadi kain yang lebih kuat. Sutra liar biasanya juga lebih sukar dicelup warna daripada sutra ternakan. Empat jenis ngengat sutra ternakan yang terpenting. Sutra juga dihasilkan oleh beberapa jenis serangga lain, namun hanya jenis sutra dari ulat sutra yang digunakan untuk pembuatan tekstil. Pernah juga dijalankan kajian terhadap sutra-sutra lain yang menampakkan perbedaan dari aspek molekul. Sutra dihasilkan terutama oleh larva serangga yang bermetamorfosis lengkap, tetapi juga dihasilkan oleh beberapa serangga dewasa seperti Embioptera. Produksi sutra juga kerap dijumpai khususnya pada serangga ordo hymenoptera (lebah, tabuhan, dan semut), dan kadang kala digunakan untuk membuat sarang. Jenis-jenis arthropoda yang lain juga menghasilkan sutra, terutama arachnida seperti laba-laba. Untuk kain sutra dari jaring laba-laba atau disebut Qmonos (sarang laba-laba dalam bahasa Jepang) diklaim memiliki kekuatan tiga kali lebih kuat dari Kevlar (bahan yang biasa digunakan untuk rompi anti peluru) serta lima kali lebih kuat dari baja
 sutera adalah serat protein alami yang bisa ditenun jadi tekstil. Type sutra yang paling umum yaitu sutra dari kepompong yang dibuat larva ulat sutra murbei (Bombyx mori) yang diternak (peternakan ulat itu dimaksud serikultur). Sutra mempunyai struktur mulus, lembut, tetapi tak licin. Rupa berkilauan sebagai daya tarik sutra datang dari susunan seperti prisma segitiga dalam serat itu yang bikin kain sutra bisa membiaskan sinar dari beragam pojok.


Pemintalan benang sutra dari kepompong ulat sutra.
" Sutra liar " dibuat oleh ulat terkecuali ulat sutra murbei serta dapatlah di proses. Beragam sutra liar dikenali serta dipakai di Cina, Asia Selatan, serta Eropa mulai sejak dulu, tetapi taraf produksinya senantiasa tambah lebih kecil dari pada sutra ternakan. Sutra liar tidak sama dari sutra ternakan dari sisi warna serta struktur, dan kepompong liar yang dihimpun umumnya telah dirusak oleh ngengat yang keluar sebelumnya kepompong itu di ambil, hingga benang sutra yang membuat kepompong itu telah terputus jadi pendek. Ulat sutra ternakan dibunuh dengan dicelup ke air mendidih sebelumnya keluarnya ngengat dewasa, atau ditusuk dengan jarum, hingga semua kepompong bisa diuraikan jadi sehelai benang yang tidak terputus. Ini bikin sutra dapat ditenun jadi kain yang lebih kuat. Sutra liar umumnya juga lebih sulit dicelup warna dari pada sutra ternakan.


Empat type ngengat sutra ternakan yang terutama.
Sutra juga dibuat oleh sebagian type serangga lain, tetapi cuma type sutra dari ulat sutra yang dipakai untuk pembuatan tekstil. Juga pernah digerakkan kajian pada sutra-sutra lain yang memperlihatkan ketidaksamaan dari segi molekul. Sutra dibuat terlebih oleh larva serangga yang bermetamorfosis komplit, namun juga dibuat oleh sebagian serangga dewasa seperti Embioptera. Produksi sutra juga sering didapati terutama pada serangga ordo hymenoptera (lebah, tabuhan, serta semut), serta kadang waktu dipakai untuk bikin sarang. Beberapa jenis arthropoda yang lain juga membuahkan sutra, terlebih arachnida seperti laba-laba. Untuk kain sutra dari jaring laba-laba atau dimaksud Qmonos (sarang laba-laba dalam bhs Jepang) diklaim mempunyai kemampuan tiga kali lebih kuat dari Kevlar (bahan yang umum dipakai untuk rompi anti peluru) dan lima kali lebih kuat dari baja
Hide Original Sentences
sutera merupakan serat protein alami yang dapat ditenun menjadi tekstil. Jenis sutra yang paling umum adalah sutra dari kepompong yang dihasilkan larva ulat sutra murbei (Bombyx mori) yang diternak (peternakan ulat itu disebut serikultur). Sutra memiliki tekstur mulus, lembut, namun tidak licin. Rupa berkilauan yang menjadi daya tarik sutra berasal dari struktur seperti prisma segitiga dalam serat tersebut yang membuat kain sutra dapat membiaskan cahaya dari berbagai sudut. Pemintalan benang sutra dari kepompong ulat sutra. "Sutra liar" dihasilkan oleh ulat selain ulat sutra murbei dan dapat pula diolah. Berbagai sutra liar dikenali dan digunakan di Cina, Asia Selatan, dan Eropa sejak dahulu, namun skala produksinya selalu jauh lebih kecil daripada sutra ternakan. Sutra liar berbeda dari sutra ternakan dari segi warna dan tekstur, serta kepompong liar yang dikumpulkan biasanya sudah dirusak oleh ngengat yang keluar sebelum kepompong tersebut diambil, sehingga benang sutra yang membentuk kepompong itu sudah terputus menjadi pendek. Ulat sutra ternakan dibunuh dengan dicelup ke dalam air mendidih sebelum keluarnya ngengat dewasa, atau ditusuk dengan jarum, sehingga seluruh kepompong dapat diurai menjadi sehelai benang yang tak terputus. Ini membuat sutra bisa ditenun menjadi kain yang lebih kuat. Sutra liar biasanya juga lebih sukar dicelup warna daripada sutra ternakan. Empat jenis ngengat sutra ternakan yang terpenting. Sutra juga dihasilkan oleh beberapa jenis serangga lain, namun hanya jenis sutra dari ulat sutra yang digunakan untuk pembuatan tekstil. Pernah juga dijalankan kajian terhadap sutra-sutra lain yang menampakkan perbedaan dari aspek molekul. Sutra dihasilkan terutama oleh larva serangga yang bermetamorfosis lengkap, tetapi juga dihasilkan oleh beberapa serangga dewasa seperti Embioptera. Produksi sutra juga kerap dijumpai khususnya pada serangga ordo hymenoptera (lebah, tabuhan, dan semut), dan kadang kala digunakan untuk membuat sarang. Jenis-jenis arthropoda yang lain juga menghasilkan sutra, terutama arachnida seperti laba-laba. Untuk kain sutra dari jaring laba-laba atau disebut Qmonos (sarang laba-laba dalam bahasa Jepang) diklaim memiliki kekuatan tiga kali lebih kuat dari Kevlar (bahan yang biasa digunakan untuk rompi anti peluru) serta lima kali lebih kuat dari baja
Detail Barang

Kain Sutra KS 23



Detail Barang

Kain Sutra KS 22



Detail Barang

Kain Sutra KS 21



Detail Barang

Kain Sutra KS 20



Detail Barang

Kain Sutra KS 19



Detail Barang

Kain Sutra KS 18



Detail Barang

Kain Sutra KS 17



Detail Barang

Kain Sutra KS 16



Detail Barang

Kain Sutra KS 15



Detail Barang

Kain Sutra KS 14



Detail Barang

Kain Sutra KS 13



Detail Barang

Kain Sutra KS 12



Detail Barang

Kain Sutra KS 11



Detail Barang

Kain Sutra KS 10





Detail Barang

Kain Sutra KS 09



Detail Barang

Kain Sutra KS 08





Detail Barang

Kain Sutra KS 07



Detail Barang

Kain Sutra KS 06



Detail Barang

Kain Sutra KS 05



Detail Barang

Kain Sutra KS 04



Detail Barang

Kain Sutra KS 03

Kain Sutra Alam
Kain Sutra Alam
Detail Barang

Kain Sutra KS 02

Sutra Alam Garut

Sutra Alam Garut

Detail Barang

Kain Sutra Lurik KSL 01

Kain Sutra Alam Asli Garut

Kain Sutra Alam Asli Garut

Detail Barang

Kain Sutra KS 01

Sutra Alam Garut

Sutra Alam Garut

Detail Barang
 
Support : FB faza Jersey | Twitter | Teamplate
Copyright © 2011. SUTRA GARUT - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by teamplate
Proudly powered by Blogger